Zaman Es dikenal dengan sebutan periode Younger Dryas. pada saat ini manusia telah menyebar di berbagai penjuru bumi berkat ditemukannya cara membuat api, sekitar 12.000 tahun yang lalu. sekitar akhir tahun 1990-an, kontroversi tentang letak Atlantis yang hilang mulai bermunculan berkaitan dengan pendapat 2 orang peneliti yaitu Oppenheimer (1999) dan Santos (2005) yang menyatakan bahwa Atlantis itu adalah Paparan Sunda yang mencakup Indonesia.
- Pandangan Oppenheimer
Kepulauan Indonesia bagian barat merupakan gabungan dengan benua Asia yang menjadi dataran luas yang dikenal dengan sebutan Paparan Sunda. Setelah banjir besar melanda disemua penjuru di dunia, wilayah yang paling parah di landa banjir yaitu Paparan Sunda dan Pantai Cina Selatan. Paparan Sunda terpecah menjadi pulau-pulau, diantaranya Jawa, Kalimantan, Bali serta Sumatera. Bagi Oppenheimer kisah Benua Atlantis yang hilang tidak lain adalah rekaman budaya fenomena alam. legenda ini masih tersebar luas di masyarakat tradisional, namun belum ada penelitian yang terkait dengan fenomena Taman Eden.
- Pandangan Arysio Santos
menurut Santos bahwa Atlantik di Indonesia muncul setelah dilakukan penelitian selama 30 tahun. dengan menggunakan ilmu astronomi, geologi,arkeologi,linguistik, ethnologi, paleontologi, dan perbandingan metologi. dan menyimpilkan bahwa Atlantis adalah paparan sunda. menurut Santos dahulu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka dan Indonesiabagian barat meliputi Sumatra, Kalimantan, Jawa yang kemudian terus ke arah timur. wilayah Indonesia dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale yang terdiri dari samudera Hindia dan samudera Pasifik. Santos menyimpulkan bahwa penduduk Atlantis terdiri dari beberapa suku/etnis, diantaranya Arya dan Dravida. suku ini berasal dari Afrika sekitar 3 juta tahun yang lalu. di Indonesia mereka menemukan kondisi alam yang cocok untuk hidup. setelah menetap, mereka menumbuhkan pengetahuan mengenai pertanian dan peradaban secara menyeluruh.
Pada zaman es, Atlantis adalah surga tropis dengan padang-padang yang sangat indah, gunung, batu-batu mulia, metal berbagai jenis parfum, sungai, danau, saluran irigasi, pertanian yang sangatproduktif, bermacam hewan liar dan lain sebagainya. menurut Santos hanya Indonesia yang memiliki kekayaan seperti itu. suku Arya berimigrasi di India.
Suku Dravivda yang berkulit lebih gelap tetap tinggal di Indonesia.
Migrasi ini dapat menjelaskan kemajuan teknologi seperti pertanian, pengolahan batu mulia, agama, metalurgi. bahasa yang dapat ditelusuri berasal dari sansekerta dan dravida. itulah ringkasan teori profesor Santos yang ingi membuktikan bahwa benua Atlantis yang hilang sebenarnya berada di Indonesia. terlepas dari benar tidaknya teori ini, teori profesor Santos mampu menarik perhatian orang-orang luar untuk datang ke Indonesia dan mempromosikan Indonesia di dunia luar.
Buat anda yang belum sempat membaca soal pembahasan awal mengenai benua atlantis. Yuk baca dulu Benua atlantis yang hilang dulu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar