Lumba-lumba pernah mengatakan pada raktay kerajaan di pulau Atlantis bahwa hari “kiamat” akan tiba, mereka tahu saat-saat tersebut semakin dekat, karena telah dua pekan tidak bertemu dengan lumba-lumba. lumba-lumba memberitahukan hari kiamat pada masyarakat pulau Atlantis ketika mereka berada di sebuah tempat yang tenang, serta menjaga bola kristal, lumba-lumba memberitahukan bahwa mereka dapat pergi dengan aman ke arah barat.
Peta indonesia dulu kala yang diduga benua atlantis
Banyak orang meninggalkan pulau Atlantis untuk mencari daratan baru. sebagian pergi sampai ke Mesir,dan ada juga menjelang “kiamat” meninggalkan Atlantis dengan kapal perahu ke dataran baru yang tidak ada dalam peta. Pualau Atlantis nyaris tidak ada pendatang. Inggrid memilih tetap berada di pulau Atlantis untuk memastikan kristal energi agar tidak mengalami kerusakan apapun hingga akhir. kristal selalu menyuplai energi ke kota. di saat-saat terakhir kristal ditutup oleh pelindung transparan yang terbuat dari bahan khusus. saat kristal dapat di temukan, ia akan membuktikan peradaban Atlantis sekaligus menyingkap misteri lain yang tidak terungkap selama beberapa abad.
Inggrid masih ingat hari-hari terpanjang, hari terakhir, detik terakhir,bumi kandas, gempa bumi, letusan gunung berapi, kebakaran,lempengan bumi saling bertabrakan, bumi mengalami kehancuran. orang-orang di dalam atap lengkung bangunan kristal bersikap menyambut saat kedatangannya. gedung terguncang keras. langit menggulung asap tebal, lahar bumi menyembur, kobaran api mewarnai langit. daratan sedang tenggelam, orang-orang lari ke segala penjuru, banyak terdengar suara jeritan. Air laut telah menenggelamkan seluruh daratan, itulah hari kiamat bagi pulau Atlantis.
Memang keberadaan pulau atlantis masih menjadi misteri hingga sekarang. Bencana dasyat tersebut pun juga mirip seperti bencana yang ada di Indonesia, mulai dari gempa hingga gunung berapi, dimana Indonesia merupakan pegunungan api terbesar didunia. Apakah jika anda masih penasaran apa Pulau ini berada di Indonesia, silahkan baca Atlantis di Indonesia.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar