1. Juancho E. Yrausquin Airport di pula SABA
Bandara ini terletak di pulau saba kepulauan Karibia. Melihat landasannya kita tak bisa bayangkan jika pesawat gagal mendarat, tergelincir atau gagal take off, pesawat bisa masuk ke jurang dan masuk ke lautan yang dalam. Bandara ini memiliki tanda X di ujung landasannya yang menandakan bahwa bandara Juancho E. Yrausquin Airporttidak di peruntukan untuk penerbangan komersil
Sejauh ini tidak ada laporan mengenai kecelakaan pesawat yang menyebabkan pesawat masuk jurang. Hanya ditemukan kecelakaan kesil di bandara Juancho E. Yrausquin Airpor ini. Bahaya dari bandara Juancho E. Yrausquin Airport ini diantaranya karena ada bukit yang tinggi di salah satu sisinya dan jurang di kedua ujung nya. Bayangkan jika terjadi masalah saat landing atau kehilangan tenaga saat take off.
2. Gustaf III Airport
Gustaf III airport atau dengan nama lain Bandar Udara Saint Barthélemy, adalah bandara untuk komersil atau umum yang berada di desa St. Jean, yang berada di kepulauan karibia dengan nama Saint-Barthélemy. Nama bandara dan kota besar di sini diberi nama sesuai dengan naman Raja Gustav III dari Swedia. Raja Gustav III saat itu memimpin swedia saat negara perancis menjual pulau kepada swedia pada tahun 1785, walaupun saat itu pulaunya dijual kembali di tahun 1878. Hans Gustafsson, Menteri komunikasi swedia datang dan meresmikan sendiri terminal dari bandara Gustaf III, di tahun 1984
Bandara ini di operasikan pada pukul 8 pagi hingga 18.00, ini beroperasi hanya saat ketika hari cerah dikarenakan bandara ini memiliki masalah pencahayaan.Resiko kecelakaan pada bandara ini dikawatirkan meningkat akibat traffic penerbangan yang meningkat. Bandara ini di daratin oleh pesawat berpenumpang sedikit seperti twin otter yang berpenumpang dibawah 20 orang. Ketika pesawat mendarat, pesawat harus menukik tajam dan dihadapkan pada turis yantg sedang berjemur di tepi pantai.
3. ICE RUNWAY, di antartica
Bandara ini sebenarnya bukan untuk komersil. Bandara ini di bangun untuk memenuhi kebutuhan penelitian Stasiun MCMurdo. Hanya ada es dan salju disana, tidak ada beton sama sekali. Disana hanya terdapat lapisan es yang kuat dan terawat untuk landasannya. Hal yang perlu di perhatikan adalah bandara yang licin karena dari es meskipun landasannya luas. Bandara ini sangat memerhatikan berat pada pesawatnya, ini disebabkan karena lapisan es nya tidak akan mampu menahan beban yang terlalu berat pada pesawat. Oleh karena itu setiap pilot harus benar - benar memperhatikan berat pesawatnya.
4. Bandara Courchevel, di prancis
5. Barra International Airport di Scotlandia
Bandara ini adalah satu - satunya bandara yang menggunakan pantai sebagai landasannya. Saat pasang landasan ini akan tertutup oleh air dari laut dan saat malam hari, akan ada beberapa mobil yang akan membantu penerangan dengan menggunakan lampu dari mobil itu sendiri. Jika ingin mengunjungi wilayah di barra, anda bisa menggunakan british airways yang melayani jalur barra - glasgow tau benbecula.
6. Bandara Tenzing-Hillary di nepal
Bandara Tenzing-Hillary rencana akan diganti dengan nama Sir Edmund Hillary, yaitu orang yang pernama kali berhasil menccapai puncak everest pertama kali. Bandara ini berada di ketinggian 2900 meter diatas permukaan laut. Bandara ini berada di salah satu sisi di gunung everest. Bandara ini terdapat jurang disisi - sisinya, terlebih lagi pesawat yang terbang dari ketinggian seperti ini memerlukan tenaga lebih saat take off. Tidak tahu apa jadinya jika terjadi masalah dan tiba - tiba kehilangan tenaga saat take off, yang pasti jurang menanti di sekitar bandara.
7. Bandara Gibraltar Airport
9. Pendaratan lembut di Princess Juliana International Airport di St. Maarten.
Salah satu bandara paling sibuk di Karibia. Untuk landing di Bandara Internasional Princess Juliana, pilot harus terbang rendah diatas pantai, lalu menyeberang pagar setelah itu melewati jalan dan kemudian mendarat di landasan pacu di airport ini. Ini merupakan bandara paling berbahaya di dunia. Landasan bandara airport ini terlalu pendek, dengan panjang hanya 7.150 feet. Sebenarnya Pesawat besar membutuhkan setidaknya membutuhkan 8.000 kaki untuk memastikan pendaratan aman sementara beberapa pesawat benar-benar berat membutuhkan 10.000 kaki. Ini mungkin yang menyebabkan pendaratan pesawat harus lembut dan mendarat secara perlahan, mungkin agar jarak tempuh landing tidak terlalu jauh. Bandara ini dibangun untuk pesawat kecil dan menengah. Namun, jumbo seperti A340 dan 747 melakukan landing juga di sini










Tidak ada komentar:
Posting Komentar