Makanan sate pertama kali di buat oleh orang Jawa yang berjualan daging bakar di pinggir jalan sekitar abad ke-19. Sate tidak hanya populer di Indonesia saja, melainkan di Asia Tenggara hingga di benua Amerika Selatan. Beberapa jenis sate, diantaranya adalah sate lembu, ayam, kerang, ikan, kambing, kelinci serta masih banyak lagi lainnya.
Sate kelinci mungkin tidak sepopuler sate kambing atau sate ayam. Tetapi sate kelinci tidak kalah enak di banding dengan sate kambing maupun sate ayam. Sate kelinci selain dapat di gunakan sebagai makanan pengobat lapar, sate kelinci juga memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan sate lain yang sudah populer yaitu
- Daging kelinci dapat dijadikan makanan alternatif untuk menurunkan kolesterol
- Daging kelinci dapat dijadikan alternatif makanan untuk orang yang memiliki penyakit jantung
- Dapat di jadikan alternatif makanan untuk diet
- Menjaga stamina tubuh
- Meningkatkan kesuburan
- Dapat mengobati kemandulan
- Dapat mengobati penyakit asma
- Menjaga kesehatan di masa tua (bila dikonsumsi oleh orang yang sudah tua)
- Baik bagi pertumbuhan anak
Sate daging kelinci memang belum begitu populer sperti sate-sate lainnya. Padahal, mutu serta gizi yang di miliki oleh daging kelinci lebih bagus dibanding daging lainnya.
Semakin cepat daging kelinci dimasak, maka kandungan gizi yang dimiliki kelinci semakin sedikit berkurang. Daging kelinci yang paling baik untuk dimasak yaitu daging kelinci yang masih muda karena lebih cepat matang ketika dimasak.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar