Beliau mengungkapkan sedikit mengenai penggunaan madu dan manfaatnya kepada mama nya. Mamanya sempat terbaring cukup lama dan sempat ke RS karena tubuhnya yang sempat melemah akibat stroke dan diabetes.
Saat beliau di rumah sakit akibat mamanya yang sedang dirawat, saat itu beliau melihat ada luka di punggung mamanya yang dimulai hanya ruam merah, namun lama kelamaan makin hitam dan alhirnya membusuk dan bernanah. Saat dirumah sakit mamanya mendapat perawatan yang semestinya, Seperti mencuci luka disertai pemberian disinfectant. Namun dengan memberikan perawatan yang seperti itu, yang terlihat adalah bukannya makin membaik justru lukanya semakin melebar hingg mencapai diameter 17 cm. Yang lebih parahnya lagi lukanya tersebut cukup dalam hingga tulang punggung kelihatan.
Saat RS sudah angkat tangan dan menawarkan dirumah saja, beliau pun menyetujuinya dimana juga mempertimbangkan financial yang sudah hampir habis untuk pengobatan Ibunda beliau. Sehingga setelah itu beliau terpaksa melanjutkan perawatan ibundanya di rumah saja dengan mendatangkan khusus seorang perawat khusus untuk merawat lukanya.
Kemudian beliau search mengenai bagaimana management perawatan luka dan ternyata beliau menemukan berita yang mengejutkan bahwa seharusnya luka yang kita miliki sebenarnya tidak boleh dibersihkan menggunakan desinfectant terlebih lagi dengan H2O2 9hydrogen perokside, karena hal ini dapat menyebabkan bakteri di permukaan kulit memang mati namun sel - sel jaringan baru yang mulai tumbuhpun akan ikut rusak. Tak lama beliau langsung menghubungi perawat yang di rumahnya untuk jangan membersihkan lukanya dengan cairan desinfectan dan menggantinya dengan cairan Saline (cairan infus) atau bisa juga dengan campuran air matang yang sebelumnya dididihkan dengan garam yang tidak mengandung yodium.
Beliau juga mencari informasi lain dengan menggunakan search engine dai google dan kemudian mendapatkan satu metode bahwa luka tidak seharusnya kering, namun harus dalam keadaan yang lembab supaya sel - sel baru yang akan tumbuh lebih optimal. Beliau juga mendapatkan beberapa artikel mengenai penggunaan madu sebagai dressing atau penutup luka.
Setelah itu, beliau segera membeli madu pramuka di cibubur (menggunakan madu kapuk), beliau juga melakukan debridement yang artinya adalah melakukan pengangkatan luka yang memang sudah menghitam dengan menggunakan gunting bedah.Saat RS sudah angkat tangan dan menawarkan dirumah saja, beliau pun menyetujuinya dimana juga mempertimbangkan financial yang sudah hampir habis untuk pengobatan Ibunda beliau. Sehingga setelah itu beliau terpaksa melanjutkan perawatan ibundanya di rumah saja dengan mendatangkan khusus seorang perawat khusus untuk merawat lukanya.
Kemudian beliau search mengenai bagaimana management perawatan luka dan ternyata beliau menemukan berita yang mengejutkan bahwa seharusnya luka yang kita miliki sebenarnya tidak boleh dibersihkan menggunakan desinfectant terlebih lagi dengan H2O2 9hydrogen perokside, karena hal ini dapat menyebabkan bakteri di permukaan kulit memang mati namun sel - sel jaringan baru yang mulai tumbuhpun akan ikut rusak. Tak lama beliau langsung menghubungi perawat yang di rumahnya untuk jangan membersihkan lukanya dengan cairan desinfectan dan menggantinya dengan cairan Saline (cairan infus) atau bisa juga dengan campuran air matang yang sebelumnya dididihkan dengan garam yang tidak mengandung yodium.
Beliau juga mencari informasi lain dengan menggunakan search engine dai google dan kemudian mendapatkan satu metode bahwa luka tidak seharusnya kering, namun harus dalam keadaan yang lembab supaya sel - sel baru yang akan tumbuh lebih optimal. Beliau juga mendapatkan beberapa artikel mengenai penggunaan madu sebagai dressing atau penutup luka.
Setelah beliau membersihkan luka menggunakan cairan salin, beliau memakai sprayer untuk bunga sebagai alat membersihkan lukanya. Lalu kain kasa beliau lipat dan celupkan di madu dan ditutupkan pada luka tersebut. Lalu ditutup lagi kain kasa kering lalu di plester. Beliau secara rutin melakukan pembersihan luka dan penggantian kasa baru yang di beri madu sebanyak 2x sehari. Hebatnya hanya dalam waktu 2 minggu saja, sudah nampak hasilnya dengan terlihat pertumbuhan jaringan baru yang begitu significant. Tulang punggung yang sebelumnya kelihatan sudah tak nampak karena tertutup kulit yang baru. Dalam waktu satu bulan saja daerah pinggir luka tersebut, sudah mulai ditumbuhi kulit sepanjang 3cm dari pinggir luka ke tengah pada sekeliling luka. Beliau juga mengetahui bahwa pertumbuhan luka itu dimulai dari daerah terluar ke tengah dan dari luka paling bawah ke luka paling atas. Beliau melihat sangat menakjubkan karena perkembangan jaringan baru yang terhitung cepat. Beliaupun tak mencium lagi bau busuk yang khas ditemui di luka diabetes sejak beliau menggunakan madu.
Namun sayang sekali, karena kondisi tubuh orang tuanya yang sudah sangat lemah maka belum sampai penyembuhan lukan diabetesnya, ibundanya sudah harus berpulang ke sang pencipta.
Beliau juga berpesan bahwa vitamin C dosis tinggi juga wajib diberikan yang berguna untuk pertumbuhan colagen dan sel - sel jaringan baru.
Nah itu adalah hasil dari penelusuran tim bronis. mudah - mudahan bermanfaat ya. Untuk mencari info lengkap mengenai artikel tersebut dan tips diabetes yang lain silahkan berkunjung di website http://indodiabetes.com.
Akhir kata kami ucapkan terimakasih,salam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar