image by baliseaturtle.org
Indonesia merupakan suatu negara yang memiliki pantai terpanjang di
dunia. Yang tentunya mempunyai banyak
potensi sumber daya alam yang melimpah. Terutama berpotensi untuk habitat
penyu. Dari 7 jenis penyu yang masih ada di dunia, 6 diantaranya dapat kita
temui di perairan di Indonesia. Jenis-jenis penyu yang berada di perairan di
Indonesia di antaranya yaitu penyu hijau (chelonia mydas), penyu sisik
(Eretmochelys imbricata), penyu lekang (lepidochelys olivacea), penyu belimbing
(Dermochelys coracea), penyu tempayan(caretta caretta) dan penyu pipih (Natator
depressus)
Dibandingkan dengan penyu - penyu yang lain, penyu tempayan memiliki
tempayan yang besar serta rahang yang sangat kuat serta dapat untuk
menghancurkan kepiting, lobster, serta hewan berbadan yang keras lainnya.Di
perairan pantai lepas, biasanya penyu mengambang dekat dengan permukaan
pantai.Biasanya penyu bertahan dekat dengan teluk serta naik ke atas permukaan
hanya untuk bernafas.Biasanya penyu tempayan berkembang biakminimal 2tahun atau
lebih lama dan dapat bertelus sampai 5 kali. setiap kali bertelur hingga 100
butir telur.Telur-telur tersebut dapat menetas antara 49-63 hari. Makanan penyu
anakan adalah ubur-ubur, lamun laut,
keong, dan udang. Akan tetapi setelah penyu-penyu tersebut sudah dewasa yang
dimakan hanyalah daging, misalnya ikan, cumi-cumi serta gurita.
Ciri-ciri penyu tempayan:
a.
Tempurung atau karapas sepanjang 81-120 cm.
b.
Memiliki bentuk kubah yang halus, dengan 5 -6 pasang sisik lateral yang
berwarna merah coklat.
c.
Perut yang berwarna kuning
d.
Beratnya berkisar antara 65-101
kg dan dapat juga melebihi besar badannya.
e.
Memiliki kepala yang paling besar diantara penyu-penyu yang lain.
Membahas soal penyu, ada juga tangan-tangan jahil yang memperdagangkan
penyu demi keuntungan pribadi. Akan tetapi banyak juga masyarakat yang masih
perduli dengan kelestarian penyu-penyu ini. Mereka melakukan perlindungan di
sarang-sarang penyu.
Dikutip dari:




Tidak ada komentar:
Posting Komentar