Hilangnya atrefak di musium gajah

Berita yang lagi banyak diperbincangkan, salah satunya adalah Musium nasional yang kehilangan empat artefak. Sampai saa ini polisi masih melakukan penyelidikan di TKP ( Tempat Kejadian Perkara). Menurut keterangan dari Pelaksana Tugas Dirjen Kebudayaan (kacung Marijan)
artefak yang hilang di museum gajah
Musium Nasional telah kehilangan 4 benda bersejarah yang terbuat dari emas, yang disimpan di lantai dua di musium gajah (Museum Nasional),di Jakarta, telah diambil atau dicuri orang. Petugas keamanan baru mengetahui bahwa empat benda bersejarah tersebut telah hilang setelah salah satu petugas membuka salah ruang yang digunakan untuk menyimpan benda bersejarah.
4 artefak yang hilang salah satunya memiliki Bentuk lempengan yang mempunyai panjang 3,5 cm.  KEempat artefak yang hilang yaitu
artefak cepuk yang hilang
Image by Kompas.com


  • Cepuk (wadah bertutup)
benda bersejarah peninggalan Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-10 M yang ditemukan di Patirthan Jalatunda, Mojokerto, Jawa Timur. Benda yang memiliki diameter 6,5 cm serta memiliki tinggi 6,5 cm memiliki bentuk seperti dandang bertutup tanpa pegangan yang memiliki ukuran sangat kecil. memiliki Permukaan yang tidak rata serta bagian dasarnya sedikit cembung. memiliki Tutup  bundar, dengan pegangan tutup yang bulatan seperti stupa serta berongga, dan ada goresan yang melingkari pegangan tutup.
  • Lempeng Harihara,
benda yang memiliki panjang 10,5 cm serta lebar 3,5 cm dengan bahan emas serta perak. yang belum diketahui peninggalan siapa, benda ini ditemukan di sekitar, Penanggungan, Jawa Timur,  arca Harihara yang berdiri di atas bantalan teratai ganda.serta  Rambut arca ditata meruncing ke atas diikat dengan menggunakan hiasan rambut yang berbentuk bunga mekar. dengan Letak kedua tangan di depan perut. serta Sinar kedewaan berada di belakang kepala yang berbentuk oval, yang berhiaskan motif lidah api.
  • Lempeng Bulan Sabit Beraksara,
Lempengan bulan sabit beraksara ditemukan di Patirthan Jalatunda, Mojokerto, Jawa Timur, yang merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-10 M.lempeng bulan sabit beraksara memiliki panjang 8 cm serta lebar 5,5 cm memiliki berbentuk seperti bulan sabit yang berbahan emas. Di kedua ujungnya terdapat deretan empat buah segitiga runcing  sangat kecil. Deretan segitiga tersebut tampak seperti cakar.

Lempeng Naga Mendekam Berinskipsi yang dikabarkan hilang
image by Metrotvnews.com
  • Lempeng Naga Mendekam Berinskipsi,
Lempengan naga mendekam berinskipsi adalah peninggalan dari Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-10 M. yang telah Ditemukan di Jalatunda, Mojokerto, Jawa Timur. Artefak ini memiliki berbentuk naga dengan posisi melingkar, pada bagian kepala naga tersebut terdapat mahkota. Artefak yang memiliki ukuran panjang 5,6 cm serta lebar 5 cm yang terbuat dari lempengan emas tipis yang dipukul-pukul yang kemudian dipotong sehingga membentuk seekor naga.
Kepala Museum Nasional yaitu Intan Mardiana baru mengetahui tentang hilangnya Benda bersejarah peninggalan zaman Mataram Kuno tersebut terjadi pada Kamis (12/9) sekitar pukul 09.00 WIB, pada saat petugas melakukan sesi foto barang koleksi.
menurut Kompol Djoko Waluyo, Kanit Reskrim Polsek Gambir, di Museum Nasional, dari keterangan polisi sementara, pencurian lempeng yang berlapis emas dilakukan pada malam hari (tengah malam).
Ketika dimintai keterangan terkait dengan kejanggalan waktu yang berbeda antara Kacung Marijan dengan Intan Mardiana, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan bahwa kejanggalan tersebut tidak benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Support

Untuk mensupport kami dalam menulis kami memohon kepada pembaca untuk me LIKE dg akun facebook anda atau Klik tanda G+ untuk akun google anda. Ini sebagai untuk memacu kami membuat artikel berkualitas lainnya.
Salam, terimakasih.